Profil Kota

Kota Medan merupakan salah satu Kota di Sumatera Utara.
Deli Youth Center & Swimming Pool

Terwujudnya Masyarakat Kota Medan yang Berkah, Maju, dan Kondusif

- Visi Kota Medan 2001 - 2026

Wilayah Administrasi

Kota Medan merupakan salah satu dari Pemerintahan Kabupaten/ Kota di Sumatera Utara yang terdiri dari 21 kecamatan dan 151 kelurahan. Luas wilayah Kota Medan adalah sebesar 26.510 Ha dengan bentuk ramping di bagian tengah.

Kota Medan yang terletak pada posisi 3°30’ - 3°43’ Lintang Utara dan 98°35’- 98°44’ Bujur Timur secara administratif, berbatasan dengan Kabupaten Deli Serdang pada bagian selatan, timur dan barat. Sementara bagian utara berbatasan dengan Selat Malaka.

Posisi ini dapat dikatakan strategis mengingat Selat Malaka merupakan salah satu jalur lalu lintas laut terpadat di dunia dan Kota Medan dapat menjadi gerbang kegiatan perdagangan barang dan jasa, baik perdagangan domestik maupun luar negeri.

Keberadaan Kota Medan juga cukup strategis karena berdekatan dan mempunyai aksesibilitas transportasi yang baik dengan kota–kota besar dalam di luar negeri seperti Malaysia, Singapura dan Thailand. Di dalam negeri, Kota Medan berbatasan langsung dengan Kabupaten Deli Serdang merupakan salah satu daerah yang kaya dengan Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM).

Kondisi Topografi

Kondisi topografi Medan, secara umum, adalah landai dari arah Selatan ke Utara dengan kemiringan sekitar 2%, kecuali di beberapa wilayah bagian selatan yang mempunyai kemiringan lahan 5 – 7 % . Elevasi Kota Medan adalah bervariasi dari 0 m di Utara sampai +50 m di Selatan.

Hidrologi dan Klimatologi

Kota Medan secara hidrologi dipengaruhi dan dikelilingi oleh beberapa sungai besar dan anak sungai seperti Sungai Percut, Sungai Deli, Sungai Babura, Sei Belawan dan sungai-sungai lainnya. Keberadaan sungai-sungai ini memberi pengaruh yang cukup besar terhadap perkembangan Kota Medan. Sungai-sungai ini juga merupakan tempat pembuangan air hujan bagi sistem drainase perkotaaan untuk mengatasi banjir.

Kota Medan mempunyai iklim tropis dengan suhu minimum rata-rata 21°C dan suhu maksimum rata-rata sekitar 36°C. Kelembaban udara di wilayah Kota Medan rata-rata sebesar 82%, dan kecepatan angin rata-rata sebesar 1.16 m/detik. Sedangkan, rata-rata total laju penguapan tiap bulannya 117.5 mm dan rata-rata curah hujan per bulannya sebanyak 228,5 mm.

Kawasan Strategis

Kawasan strategis kota adalah wilayah yang penataan ruangnya diprioritaskan karena mempunyai pengaruh sangat penting terhadap ekonomi, sosial, budaya, lingkungan, dan pendayagunaan sumber daya alam dan teknologi tinggi.

Kawasan Strategis terdiri dari kawasan strategis bidang ekonomi, sosial-budaya, dan lingkungan. Kawasan-kawasan yang berpotensi dikembangkan sebagai kawasan strategis di Kota Medan, antara lain:

  1. Kawasan Pusat Pemerintahan Daerah di Pusat CBD Polonia;
  2. Kawasan Pelabuhan Belawan di Kecamatan Medan Belawan (pelabuhan penumpang, pelabuhan peti kemas, dan perikanan samudera);
  3. Kawasan militer;
  4. Kawasan depot pertamina di Kecamatan Medan Labuhan;
  5. Bangunan Pembangkit listrik PLN di Sicanang Kecamatan Medan Belawan; dan
  6. Kawasan wisata yang dapat dikembangkan sekaligus berfungsi sebagai RTH yaitu Kawasan Wisata Utara (Theme Park, Waterfront City, dan danau Siombak) dan Kawasan Wisata Selatan (Kebun Binatang, dan Taman Mora Indah).

Demografi

Jumlah penduduk Kota Medan yang tercatat pada tahun 2020 ada sebanyak 2.524.341 jiwa. Rata Rata peningkatan jumlah penduduk sebesar 0.27 persen pada periode 2016-2020. Secara demografis Kota Medan memiliki pangsa pasar barang dan jasa yang relatif besar sehingga menjadi daya tarik bagi produsen maupun tenaga kerja.

Secara keseluruhan, kepadatan penduduk Kota Medan mencapai 9.186 jiwa/km. Tingkat kepadatan tertinggi pada tahun 2020 berada di Kecamatan Medan Perjuangan sebesar 27.015 jiwa/ha, diikuti oleh Kecamatan Medan Area sebesar 21.919 jiwa/ha dan Kecamatan Medan Denai sebesar 19.520 jiwa/ha. Komposisi penduduk terbesar ada pada kelompok usia 10-14 tahun yakni 8,81%, kemudian kelompok usia 35-39 tahun sebesar 8,57%. Kelompok usia terkecil terdapat pada usia 70-74 tahun.

Ekonomi

Kota Medan adalah kota yang bercirikan kota modern yang padat penduduk sehingga sedikit lahan tersedia untuk industri dan pertanian. Perekonomian Kota Medan ditopang oleh sektor jasa dan perdagangan. Perdagangan sendiri menyumbang 26% dari PDRB Kota Medan Tahun 2021 atau sebesar 66,3 triliun rupiah.

Sementara total sektor jasa menyumbang 22,3% atau sebesar 56,8 triliun rupiah. Jasa yang dimaksud mencakup transportasi, keuangan, pendidikan, kesehatan, dan jasa lainnya. Sektor lain yang juga memberi kontribusi besar adalah konstruksi yakni 19,28% dan industri pengolahan 14,23% (Badan Pusat Statistik Kota Medan, 2022).

Inflasi

Inflasi tahun ke tahun (year on year) Kota Medan pada tahun 2021 adalah 1.70. Inflasi tertinggi terjadi pada bulan September sebesar 2,26% dan terendah pada bulan Februari sebesar 1,09% (Badan Pusat Statistik Kota Medan, 2022). Inflasi year on year Kota Medan pada tahun 2021 selalu di bawah inflasi Provinsi Sumatera Utara.

Sektor yang memberikan andil terbesar pada inflasi tahun 2021 adalah makanan, minuman, dan tembakau yakni 0.58; kemudian berturut-turut transportasi (0,25); pakaian dan alas kaki (0.20); perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga (0.19).

Standar upah

Upah minimum kota (UMK) Medan pada tahun 2022, ditetapkan sebesar Rp 3.370.645,08. Standar upah ini lebih besar dari upah minimum regional (UMR) Provinsi Sumatera Utara yang sebesar Rp 2.522.609,94. Besar UMK Medan juga merupakan yang terbesar di antara seluruh kota dan kabupaten di Provinsi Sumatera Utara.